Cari

tariangemintang

Malaikat mungilku

Airmata ini aku mencoba menahannya,,,

menahan agar hanya menjadi obat rindu yang begitu mendalam.. sangat tak tertahankan.

haruskan airmata ini berarti keikhlasan yang perlahan menghilang??

sujudku menjadi ribuan meminta ampun agar Sang Kuasa tidak mencabut rasa ikhlasku

adakah obat penghilang rindu?

untuk mengenggam jemari, memeluk, mencium dan menghabiskan waktu bersama seperti dulu kala

saat tidurmu pun aku begitu merindu akan tangisan dan tawamu.

saat tidur lelap abadimu tak bisa aku bangunkan

hanya lewat bunga tidurlah kami berjumpa…tapi akankah berulang terus dikala rindu ini ada dan memuncak?

Doamu sampai padaku

Terimakasih malaikat kecilku

 

Iklan

malaikat kecil kami

hai mungil…bergelayut manja padaku yang seakan mimpi namun nyata

enggan ku melukainya walau terkadang terjadi dengan penyesalan

hai bulat…

ketika tubuhnya bertambah lembut

empukkah kau ketika kupeluk hangat dan tubian kecupan?

tak sabarku berbagi airmata ceria dan tangis bahagia
doaku akan slalu menjadi hari hari indahmu
5 feb 19:41

pepatahku

dibalik bahuku menebarkan aroma-aroma yang tidak bisa aku terka teramu dari banyak cerita

terbalur dari banyak asa

yang menggetarkan menjadi cerita hidupku
akankah yang dapat aku ceritakan begitu terasa

mengambarkan raut kagum wajah permata kecilku

ketika saatnya aku akan terus menjadi sahabat mereka
aku merindu

ada yang hilang

lenyap begitu saja ketika hari begtu terasa kosong

pilu itupun dapat koyak seketika

tapi aku tetap tidak dapat menemukan pertanyaan yang sesungguhnya

00:51

6 jan 2016

rasa itu ibarat cinta yang bergelayutan tanpa batasmenari nari diantara cahaya rembulan yang tak pernah bosannya mengintip diantara semak bunga liar.

jantung ini berdebar dan akan selalu berdebar setiap kali mendengar tawa indahmu.seperti awal aku mendengarnya dan menyimpannya dalam hatiku. 

debaran ini akan melengkapi kita sebentar lagi…

saat Tuhan selalu saja memberi kita senyuman ,dikala kita memang sudah siap menghayati kesedihan
i love you buya
16:12

24 nov 15

Hantaman Bahasa

lelahku tak akan musnah. racunku terus saja menggerogoti jernihnya otakku,khayalku…kesedihan hanya dimasa lampau tapi jenakanya itulah hanya bualan
aku hadir ke dunia tanpa kejujuran kudengar berujar cinta

aku mendekap dalam lindunganNya terusku berpeluk
lemahku begitu takjub terbentang luas

terjajarkan oleh derita yang bersahabat dengan air mata
aku ingin berguling mencercah banyak lagu

bergurau sambil tergelak mengelus pipi ragutmu yang menjadi kesayanganku
19:27 

21 sept 2015

15 Agustus 2015

Empat hari yang lalu. Saat kita sedang menikmati waktu kita dengan berselonjor diatas karpet merah ruang tamu rumah kedua orangtuaku. melepaskan lelah setelah rapih rapih membersihkan rumah untuk acara esok hari kita… yaitu tunangan, bukan tunangan. tetapi tepatnya seserahan. bukan seserahan adat jawa midadoreni yang dilakukan malam hari sebelum akad nikah. 

Tetapi seserahan dan sekaligus pertemuan antar keluarga besar. deg-degan? tentu saja. susah tidur? Pasti.

Tapi itu tidak luput membuat senyum dan tawa kita luntur. ketika Mas Dipa sedang sibuk mengangkat dan memindahkan barang-barang, lalu dengan peluh keringat didahinya ia menghampiriku dan berkata:

“Aku seksi nggak kalo keringetan gini,?’ ucapnya penuh kepercayaan diri. 

selama dua detik aku terdiam dan memandanginya, dengan muka mengejek aku menjawab singkat 

“Dari segi mana mas?,” iapun hanya sedikit cemberut dan kembali asik dengan mengangkat barang-barang lainnya.

 

Akupun berbisik dalam hati. Kamu lebih dari seksi Mas, kelak sebentar lagi kamu akan menjadi Imamku, semuanya tampak lebih seksi dan lebih indah kamu melengkapi hidupku. Insya Allah.

IMG_9334

Selang sepuluh menit kami masih saja tertawa dan saling meledek hal apapun yang sedang kami lakukan disana, gaya sombong bercandanya pun membuat bibirku jadi terasa begitu nikmat merasakan sundulan dari kursi makan berbahan besi mendarat makyus ke bibirku!!!selanjutnya aku yang cemberut. Dan setengah jam kemudian kami sudah bersantai menikmati mie goreng dengan telor ceplok setengah mateng yang terasa nikmat sekali.

10:55, 19 Agustus 2015

Sabda Rindu

Ini sudah kali kedua Aruna ditinggalkan oleh Mas Dipa. Pasangan barunya. Yah..Aruna tidak pernah mau dan bahkan merasa ganjal bila menyebut Mas Dipa adalah kekasihnya. Bukan karena tidak mau, bukan karena tidak bangga, atau bahkan tidak bahagia atas kehadiran sosok Pria berwajah Turki tersebut. Ini semua melainkan Aruna tidak ingin memeluk kekecewaan lagi. Aruna lebih sennag menyebutkan, calon suami. Walapun lamaran belum resmi dilakukan. Tetapi Orangtua Mas Dipa sudah datang menemui orangtua Aruna untuk membicarakan kelanjutan hubungan mereka berdua.

Seminggu setelah Mas Dipa berangkat lagi ke negeri Jiran itu, Aruna sudah mulai urinng-uringan. Jangankan seminggu, sehari saja Aruna sudah malas berpergian atau bahkan sudah setengah hati mengerjakan pekerjaannya dikantor. Setiap kali Aruna membuka tirai pintu menuju ruang tamu dirumahnya, Aruna pasti mengkerutkan kening dan memanyunkan bibirnya. “Huh,,,kangen juga dengan  Mas Dipa, “ gerutu batinnya,

Ruang tamu itulah  yang menjadi saksi mereka berdua melepas rindu, setelah 6 bulan saling mengenal lebih dalam. Setelah delapan tahun mereka tidak pernah bertatap muka. Dan hampir setiap hari, tanpa bosannya mereka menghabiskan waktu bersama. Meleburkan rasa cinta mereka dengan bercerita, bersenda gurau, berdebat, hingga tetesan airmata ketika Aruna sedang tak kuasa menahan amarah serta emosinya.

Pernah disuatu malam, Aruna minta diceritakan sejarah. Sejarah Turki Ustmani yang merupakan daerah asal nenek moyang Mas Dipa. Dengan senang hati, Mas Dipa yang cinta sejarah dan mememiliki banyak pengetahuan tentang sejarah banyak hal mau menceritakan pada Aruna yang sangat malas membaca buku.

“Una sayang,,, kamu tau nggak, kalau bangsa turki itu tercatat dalam sejarah atas keberhasilannya mendirikan dua dinasti, yaitu dinasti Turki Saljuk dan Turki Ustmani. Nah Kehancuran Dinasti Turki Saljuk oleh serangan bangsa Mongol merupakan awal dari terbentuknya Dinasti Turki Ustmani, kamu mau dengar kisahnya?,”

Dengan semanggat Aruna menganggukan kepalanya, layaknya anak kecil yang gembira diberikan permen oleh Orangtuanya. Hingga 3 jam kemudian baru Mas Dipa mapit pulang, karena tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul dua belas malam.

*

Malam itu, Aruna merebahkan tubuhnya di atas ranjang yang beralaskan seprai dan bedcover warna coklat favoritnya. Tubuhnya terasa begitu lelah setelah seharian ia berkeliling ke rumah saudara untuk berlebaran. Pagi tadi pun Aruna berlebaran kerumah Mas Dipa bersama orangtuanya. Disana orangtua Aruna dan Mas Dipa bercerita dan bersenda gurau dengan serunya. Aruna tak banyak bicara pagi tadi. Pikirannya melayang-layang, raganya dirumah Mas Dipa, tapi hati dan pikriannya melayang mencari dimana Mas Dipa berada.

“Berlebihan banget tidak sih?,” ucap Aruna sambil berbisik dan mencoba memejamkan mata. Ah tapi rasa cinta dan sayang tidak mengenal usia. Tidak mengenal kenal lama atau baru. Semuanya berjalan dengan alami atas kuasa tuhan

.Dipa

Air yang berarti menenangkan

Air yang mengartikan kesejukan

Air yang datang melembutkan terik bercampur dahaga.
tapi apakah arti air yang menari dimata?

yang mengintip redup dipelupuk bola mata?

akankah menjadi teduhan disetiap lara lara yang menerjang

akankah beranjak naik menjadi simpulan senyum hingga tawa gelak menghantam?

hingga diujung waktu…waktu kesedihan yang akan berujung         01:11 july 7th 15

Inilah Puisi

kamu boleh memujiku,cantik rupawan,kuat dan kreatif,senyumnya menyempurnakan tawa renyahku yang menjadi obat rindumu.

tapi aku mohon jangan membuatku semakin jatuh cinta kepadamu.
setiap caramu berbisik manja menggetarkan hatiku
tawamu yang tidak aka berhenti selama lebih dari sepuluh detik
itu begitu membuatku ingin mengigitmu.
yah mengigitmu bulat bulaaat
layaknya bocah kecil ketika pipi bulatmu muncul disetiap lamunanku disiang bolong dan sore kelabu
aku tau ini yang akan terjadi
ketika sastrawan bertemu penyair
saat punjangga bertemu kembang taman dipegununangan tanpa penghuni
sungguhkah menghitung hari ini sungguh menyiksa
saat kabar terburuk saja dengan sekejap dapat kurubah dengan jentikkan jari
bukaaaan dengan KuasaNya
itulah untaian yang tepat
saat puisi puisi ini melantung dalam tidurku
dikala puisi puisi terindahku kupersembahkan untukmu
basuhlah aku dengan pahala pahala kita
kecuplah aku dengan sentuhan nirwana
“dipa,andai kamu tau perasaanku saat ini.karena aku sendiripun ragu mencari jawabannya”

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑